MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA
PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

Oleh :
FERDIANSYAH IBNU P
23313418
(2TB04)
TEKNIK ARSITEKTUR
(FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN
PERENCANAAN)
UNIVERSITAS GUNADARMA
Pancasila
Sejarah
Lahirnya Pancasila
Pancasila telah lahir bersamaan
dengan adanya atau lahirnya Bangsa Indonesia. Sejak dulu bangsa kita telah mencerminkan penjiwaan atas
sila-sila Pancasila, sebelumtumbuhnya kerajaan besar di bumi Nusantara,
seperti kerajaan Sriwijaya di Sumatra pada
abad VII-XII dan kerajaan Majapahit di Jawa Timur dalam abad XII-XVI,seperti adanya kepercayaan manusia terhadap
kekuatan gaib, baik berupa pemujaanterhadap roh-roh halus yang
bercirikan animisme dan dinamisme, maupun kehidupanmanusia Indonesia yang penuh
toleransi dan suasana damai, tolong-menolong/gotongroyong, bermusyawarah bagi terwujudnya kondisi kehidupan yang aman,
tenteramsejahtera, dan sebagainya.
Istilah Pancasila telah dikenal
sejak dulu, yaitu digunakan sebagai acuan moral/etikadalam kehidupan banga Indonesia sehari-hari. Misal, dari karya-karya
pujuangga besar Indonesia semasa berdirinya kerajaan MAjapahiy yang
dilukiskan dalam tulisanEmpu Prapanca
tentang Negara Kertagama,dan Empu Tantular dalam bukunyaSutasoma. Dalam buku Sutasoma terdapat istilah Pancasila
Krama mempunyai arti Lima Dasar TIngkah Laku atau Perintah Kesusilaan yang
lima, yang meliputi :
1. Tidak boleh adanya kekerasan
(ahimsa)
2. Tidak boleh mencuri (asteya)
3. Tidak boleh berjiwa dengki (indriya
nigraha)
4. Tidak boleh berbohong (amrsawada)
5. Tidak boleh mabuk minum-minuman
keras (dama)
Secara harfiah Pancasila terdiri
dari dua kata, yaitu Panca yang berarti Lima, dan Sila berarti Dasar. Jadi
Pancasila mempunyai makna Lima Dasar. Istilah “sila” diartikan juga
sebagai aturan yang melatarbelakangi perilaku seseorang atau bangsa;
kelakuanatau perbuatan yang menurut adab (sopan santun) akhlak dan moral.
selain itu dalam Kitab Sutasoma
terdapat semboyan Bhinneka Tunggal Ika TanHana DharmaMangruayang yang
mengandung arti meskipun agama itu kelihatannya berbeda bentuk atau sifatnya
namun pada hakikatnya satu juga, yang kemudian menjadi motto lambing Negara
kita, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Hal tersebut mencerminkan setelah
tenggelamnya dalam proses penjajahan yang berkepanjangan istilah Pancasila
diangkat lagi oleh Bung Karno dalam uraian pidatonya tanggal 1Juni 1945 di muka
siding BPUPKI dalam merumuskan Dasar Negara Indonesia Merdeka, sehingga sering
timbul anggapan bahwa tanggal 1Juni dipandang sebagai lahirnya Pancasila.
Latar Belakang
Sejarah
Pendudukan Indonesia oleh colonial
Belanda semenjak berdirinya perkumpulan dagang VOC (Verenigde Oost Indische
Companie) diawal abad XVII dengan pemerintahnya di Indonesia yang terkenal
dengan sebutan Hidia Belanda, mulai ambruk dengan mendaratnya tentara Jepang di
indonesia yang di mulai pertama kali di Pulau Tarakan, Kalimantan pada tanggal
10-11 Januari 1942, yang kemudian di ikuti dengan adanya pendaratan di
pulau-pulau lainnya seperti Sulawesi,Maluku,Sumatra,Bali dan akhirnya memasuki
pulau Jawa.
Tanggal 5 Maret
1942 Batavia jatuh, dan perlawanan Belanda terhadap Jepang berakhir di Bandung pada
tanggal 8 Maret 1942, sedangkan tanggal 9 Maret 1942 Jenderal Ter Poorter
sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Darat Sekutu di Jawamenyerah dengan tanpa syarat.Sesuai Undang-Undang Nomor: 1 Tahun
1942 yang dikeluarkan oleh Jepang padatanggal
7 Maret 1942, yaitu sebelum pemerintahan Hindia Belanda menyerah,dinyatakan bahwa kedatangan Balatentara Nippon
untuk memperbaiki nasibrakyat Indonesia yang dianggap sebangsa dan
seketurunan dengan bangsa Jepang. Kemudian
terjadilah penyerahan kekuasaan dan pergantian pemerintahan dariGubernur
Jenderal Belanda kepadagusireikan (panglima Besar) Jepang. Setelah itu
diikuti penurunan bendera triwarna (Merah Putih Biru) dan menaikkan
benderaMatahari terbit, serta mengubah lagu Wilhelmus menjadi Kimigayo.
·
Proses Perumusan Dan Pengesahan
Sehari setelah
pengurus BPUPKI dilantik, maka badan ini mulai mengadakan sidang-sidang dibawah
pimpinan ketuanya , yaitu dr .Radjiman widyodiningrat proses persidangan BPUPKI ini dapat
dibagi dalam 2 masa epersidangan,yaitu:
1. Masa Persidangan 1 berlangsung dari
tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni1945
2. Masa
Persidangan II berlangsung dari tanggal 10 sampai tanggal 16Juli 1945, yang
diselenggarakan di Gedung Tyuoo Sangi-in.
Masa Persidangan 1
Substansi dan
inti pembahasan dalam Masa Persidangan1menitik beratkan pada pembahasan tentang
landasan filosofi, yaitu dasar Negara Indonesia.Masa Persidangan I yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 29 Mei sampai
dengan 1 Juni 1945 ini seluruhnya merupakan masa siding pleno yangdipimpin
secara langsung oleh Ketua BPUPKI. Adapun pembiacara
pertama dalam siding ini diisi oleh Muhammad Yamin, yang didalam pidatonya telah mengajukan usulan secara
lisan mengenai dasar Negara kebangsaan yang rumusannya
terdiri atas 5 (lima), yaitu:
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Pero Ke-Tuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan
Selanjutnya
dalam persidangan I hari kedua tanggal 30 Mei 1945,pembicaranya adalah dari tokoh-tokoh Islam, yaitu Ki
Bagoes Hadikoesoemo, dan KH Wachid Hasyim, yang mengusulkan dasar Negara Islam.
Kemudian dalam
persidangan 1hari ketiga tanggal 31 Mei 1945, pembicara utamanya adalah
Soepomo, yang didalam pidatonya menyampaikan pandangan mengenai dasar Negara kebangsaan yaitu
melalui uraian yang berfokus padaaliran
pikiran Negaraintegralistik. Terdapat
rumusan 5 (lima) dasar negara usulan Soepoemo sebagai berikut:
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keimbangan lahir batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat
Akhirnya dalam
persidangan I terakhir tanggal 1 Juni 1945 pembicaranya adalah Soekarno
(Bung Karno) yang juga menghasilkan rumusan yang diberi namaPancasila yaitu terdiri dari:
1. Kebanggan-Nasionalisme
2. Perikemanusiaan-Internasionalisme
3. Mufakat-Democratie
4. Keadilan Sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa
Oleh karena itu atas anjuran Ketua BPUPKI telah meinta agar para pengusul
tadimenyatakan
usulannya secara tertulis yang diharapkan telah masuk tanggal 20 Juni 1945,dan untuk keperluan itu dibentuk “Panitia Kecil”
yang terdiri dari 8 orang dengan tugas menampung konsepsi-konsepsi dan
usul-usul dari paraangggota serta menelitinya, yang sesudahnya itu
menyerahkan melalui Sekretariat sesuai permintaan Ketua BPUPKI.
Panitia Kecil / Panitia 8, terdiri dari:
1. Ir.Soekarno
(Ketua)
2. Drs.
Mohammad Hatta
3. M.
Soetardjo Kartohadikoesoemo
4. K.H
Wachid Hasyim
5. Ki
Bagoes Hadikoesoemo
6. Mr.Muhammad
Yamin
7. Mr.Alfred
Marami
2.Masa Persidangan II
Dimasa ini lebih menitik beratkan
pada pembahasan UUD Negara Indonesia, dan persidangan ini berlangsung selama 7
hari dari tanggal 10 s/d 16 juli 1945.
·
Pada
tanggal 11 Juli 1945 mengadakan rapat dan menghasilkan Pembentukan Panitia
Perancangan
·
Pada
tanggal 12 Juli 1945 berhasil menyusun Naskah Rancangan UUD
·
Pada
tanggal 13 Juli 1945 Menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan UUD yang
telah di bahas itu.
·
Pada
tanggal 14 Juli 1945 Ir.Soekarno melaporkan 3 buah hasil kerja panitia :
1. Pernyataan Indonesia Merdeka
2. Pembukaan UUD
3. Batang tubuh UUD
Daftar pustaka
Kaelan, M.S.(2010).”Pendidikan Untuk Mewujudkan Nilai-nilai
Pancasila Rasa Kebangsaan Dan Cinta
Tanah AirSesuai Dengan SK. Dirjen
Dikti No. 43 /Dikti / Kep /2006”.
0 komentar:
Posting Komentar