Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

Rabu, 08 Oktober 2014



MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA
PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

Description: C:\Users\user\Desktop\LPOJIUG.jpg














Oleh :
FERDIANSYAH IBNU P
23313418
(2TB04)

TEKNIK ARSITEKTUR
(FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN)
UNIVERSITAS GUNADARMA



Pancasila

Sejarah Lahirnya Pancasila
Pancasila telah lahir bersamaan dengan adanya atau lahirnya Bangsa Indonesia. Sejak dulu bangsa kita telah mencerminkan penjiwaan atas sila-sila Pancasila, sebelumtumbuhnya kerajaan besar di bumi Nusantara, seperti kerajaan Sriwijaya di Sumatra pada abad VII-XII dan kerajaan Majapahit di Jawa Timur dalam abad XII-XVI,seperti adanya kepercayaan manusia terhadap kekuatan gaib, baik berupa pemujaanterhadap roh-roh halus yang bercirikan animisme dan dinamisme, maupun kehidupanmanusia Indonesia yang penuh toleransi dan suasana damai, tolong-menolong/gotongroyong, bermusyawarah bagi terwujudnya kondisi kehidupan yang aman, tenteramsejahtera, dan sebagainya.

Istilah Pancasila telah dikenal sejak dulu, yaitu digunakan sebagai acuan moral/etikadalam kehidupan banga Indonesia sehari-hari. Misal, dari karya-karya pujuangga besar Indonesia semasa berdirinya kerajaan MAjapahiy yang dilukiskan dalam tulisanEmpu Prapanca tentang Negara Kertagama,dan Empu Tantular dalam bukunyaSutasoma. Dalam buku Sutasoma terdapat istilah Pancasila Krama mempunyai arti Lima Dasar TIngkah Laku atau Perintah Kesusilaan yang lima, yang meliputi :
1.      Tidak boleh adanya kekerasan (ahimsa)
2.      Tidak boleh mencuri (asteya)
3.  Tidak boleh berjiwa dengki (indriya nigraha)
4.  Tidak boleh berbohong (amrsawada)
5.      Tidak boleh mabuk minum-minuman keras (dama)  
Secara harfiah Pancasila terdiri dari dua kata, yaitu Panca yang berarti Lima, dan Sila berarti Dasar. Jadi Pancasila mempunyai makna Lima Dasar. Istilah “sila” diartikan juga sebagai aturan yang melatarbelakangi perilaku seseorang atau bangsa; kelakuanatau perbuatan yang menurut adab (sopan santun) akhlak dan moral.
selain itu dalam Kitab Sutasoma terdapat semboyan Bhinneka Tunggal Ika TanHana DharmaMangruayang yang mengandung arti meskipun agama itu kelihatannya berbeda bentuk atau sifatnya namun pada hakikatnya satu juga, yang kemudian menjadi motto lambing Negara kita, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Hal tersebut mencerminkan setelah tenggelamnya dalam proses penjajahan yang berkepanjangan istilah Pancasila diangkat lagi oleh Bung Karno dalam uraian pidatonya tanggal 1Juni 1945 di muka siding BPUPKI dalam merumuskan Dasar Negara Indonesia Merdeka, sehingga sering timbul anggapan bahwa tanggal 1Juni dipandang sebagai lahirnya Pancasila.

Latar Belakang Sejarah

Pendudukan Indonesia oleh colonial Belanda semenjak berdirinya perkumpulan dagang VOC (Verenigde Oost Indische Companie) diawal abad XVII dengan pemerintahnya di Indonesia yang terkenal dengan sebutan Hidia Belanda, mulai ambruk dengan mendaratnya tentara Jepang di indonesia yang di mulai pertama kali di Pulau Tarakan, Kalimantan pada tanggal 10-11 Januari 1942, yang kemudian di ikuti dengan adanya pendaratan di pulau-pulau lainnya seperti Sulawesi,Maluku,Sumatra,Bali dan akhirnya memasuki pulau Jawa.
Tanggal 5 Maret 1942 Batavia jatuh, dan perlawanan Belanda terhadap Jepang berakhir di Bandung pada tanggal 8 Maret 1942, sedangkan tanggal 9 Maret 1942 Jenderal Ter Poorter sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Darat Sekutu di Jawamenyerah dengan tanpa syarat.Sesuai Undang-Undang Nomor: 1 Tahun 1942 yang dikeluarkan oleh Jepang padatanggal 7 Maret 1942, yaitu sebelum pemerintahan Hindia Belanda menyerah,dinyatakan bahwa kedatangan Balatentara Nippon untuk memperbaiki nasibrakyat Indonesia yang dianggap sebangsa dan seketurunan dengan bangsa Jepang. Kemudian terjadilah penyerahan kekuasaan dan pergantian pemerintahan dariGubernur Jenderal Belanda kepadagusireikan (panglima Besar) Jepang. Setelah itu diikuti penurunan bendera triwarna (Merah Putih Biru) dan menaikkan benderaMatahari terbit, serta mengubah lagu Wilhelmus menjadi Kimigayo.





·         Proses Perumusan Dan Pengesahan

Sehari setelah pengurus BPUPKI dilantik, maka badan ini mulai mengadakan sidang-sidang dibawah pimpinan ketuanya , yaitu dr .Radjiman widyodiningrat proses persidangan BPUPKI ini dapat dibagi dalam 2 masa epersidangan,yaitu:
1.      Masa Persidangan 1 berlangsung dari tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni1945
2.      Masa Persidangan II berlangsung dari tanggal 10 sampai tanggal 16Juli 1945, yang diselenggarakan di Gedung Tyuoo Sangi-in.


Masa Persidangan 1
Substansi dan inti pembahasan dalam Masa Persidangan1menitik beratkan pada pembahasan tentang landasan filosofi, yaitu dasar Negara Indonesia.Masa Persidangan I yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 ini seluruhnya merupakan masa siding pleno yangdipimpin secara langsung oleh Ketua BPUPKI. Adapun pembiacara pertama dalam siding ini diisi oleh Muhammad Yamin, yang didalam pidatonya telah mengajukan usulan secara lisan mengenai dasar  Negara kebangsaan yang rumusannya terdiri atas 5 (lima), yaitu:
1.      Peri Kebangsaan
2.      Peri Kemanusiaan
3.      Pero Ke-Tuhanan
4.      Peri Kerakyatan
5.      Kesejahteraan
 




Selanjutnya dalam persidangan I hari kedua tanggal 30 Mei 1945,pembicaranya adalah dari tokoh-tokoh Islam, yaitu Ki Bagoes Hadikoesoemo, dan KH Wachid Hasyim, yang mengusulkan dasar Negara Islam.
Kemudian dalam persidangan 1hari ketiga tanggal 31 Mei 1945, pembicara utamanya adalah Soepomo, yang didalam pidatonya menyampaikan pandangan mengenai dasar  Negara kebangsaan yaitu melalui uraian yang berfokus padaaliran pikiran Negaraintegralistik. Terdapat rumusan 5 (lima) dasar negara usulan Soepoemo sebagai berikut:

1.      Persatuan
2.      Kekeluargaan
3.      Keimbangan lahir batin
4.      Musyawarah
5.      Keadilan rakyat

Akhirnya dalam persidangan I terakhir tanggal 1 Juni 1945 pembicaranya adalah Soekarno (Bung Karno) yang juga menghasilkan rumusan yang diberi namaPancasila yaitu terdiri dari:
1.      Kebanggan-Nasionalisme
2.      Perikemanusiaan-Internasionalisme
3.      Mufakat-Democratie
4.      Keadilan Sosial
5.      Ketuhanan Yang Maha Esa

Oleh karena itu atas anjuran Ketua BPUPKI telah meinta agar para pengusul tadimenyatakan usulannya secara tertulis yang diharapkan telah masuk tanggal 20 Juni 1945,dan untuk keperluan itu dibentuk “Panitia Kecil” yang terdiri dari 8 orang dengan tugas menampung konsepsi-konsepsi dan usul-usul dari paraangggota serta menelitinya, yang sesudahnya itu menyerahkan melalui Sekretariat sesuai permintaan Ketua BPUPKI.


Panitia Kecil / Panitia 8, terdiri dari:
1.      Ir.Soekarno (Ketua)
2.      Drs. Mohammad Hatta
3.      M. Soetardjo Kartohadikoesoemo
4.      K.H Wachid Hasyim
5.      Ki Bagoes Hadikoesoemo
6.      Mr.Muhammad Yamin
7.      Mr.Alfred Marami


2.Masa Persidangan II

Dimasa ini lebih menitik beratkan pada pembahasan UUD Negara Indonesia, dan persidangan ini berlangsung selama 7 hari dari tanggal 10 s/d 16 juli 1945.
·         Pada tanggal 11 Juli 1945 mengadakan rapat dan menghasilkan Pembentukan Panitia Perancangan
·         Pada tanggal 12 Juli 1945 berhasil menyusun Naskah Rancangan UUD
·         Pada tanggal 13 Juli 1945 Menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan UUD yang telah di bahas itu.
·         Pada tanggal 14 Juli 1945 Ir.Soekarno melaporkan 3 buah hasil kerja panitia :
1.      Pernyataan Indonesia Merdeka
2.      Pembukaan UUD
3.      Batang tubuh UUD









Daftar pustaka

Kaelan, M.S.(2010).”Pendidikan Untuk Mewujudkan Nilai-nilai     Pancasila Rasa Kebangsaan Dan Cinta Tanah AirSesuai Dengan SK.         Dirjen Dikti No. 43 /Dikti / Kep /2006”.



0 komentar:

Posting Komentar