Konsep
Rumah Hemat Energi
Pembuatan rumah hemat energi merupakan
salah satu bentuk dari kegiatan Green Construction untuk mengurangi
dampak pemanasan global. Rumah bukan sekedar tempat berteduh dari terik
matahari atau siraman hujan, tetapi rumah adalah tempat proses sosialisasi bagi
seorang manusia bersama keluarga. Setiap orang sudah pasti selalu mendambakan
hunian yang memancarkan suasana damai dan menyenangkan. Konsep rumah hemat
energi menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi listrik,
dan material bangunan, mulai dari desain, pembangunan, hingga pemeliharaan
bangunan itu ke depan.
Desain rancang bangunan memerhatikan
banyak bukaan untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya alami, sedikit
mungkin menggunakan penerangan lampu dan pengondisi udara pada siang hari.
Desain bangunan hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana,
ruang mengalir, kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan, material ramah
lingkungan, dan menerapkan pola hidup hemat energi melalui pemanfaatan sumber
energi alternatif, seperti angin dan cahaya alami. Atap-atap bangunan
dikembangkan menjadi taman atap (roof garden) dan atap surya ( atap dengan
menggunakan panel surya) yang memiliki nilai ekologis tinggi yaitu suhu udara
turun, pencemaran berkurang, dan ruang terbuka hijau bertambah.
Aspek yang harus dipertimbangkan dalam
konsep rumah hemat energi adalah:
1.
Konsumsi
sumber daya yang hemat dan efisien (energi, material, air dan lahan).
2.
Emisi
baik terhadap udara, air dan tanah terkait dengan lingkungan dan kesehatan.
3.
Lain-lain
(seperti kebisingan dan getaran).
Cara Efisiensi Energi agar tetap ramah lingkungan
Penghematan energi atau konservasi
energi adalah tindakan mengurangi jumlah penggunaan energi. Penghematan energi
dapat dicapai dengan penggunaan energi secara efisien dimana manfaat yang sama diperoleh
dengan menggunakan energi lebih sedikit, ataupun dengan mengurangi konsumsi dan
kegiatan yang menggunakan energi.
Hemat energi dapat dimulai dari rumah
kita sendiri. Membangun atau merenovasi rumah sebaiknya tidak sekadar
mementingkan gaya belaka, melainkan ada kiat agar rumah dapat ramah lingkungan.
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengefisiensi penggunaan energi dalam
rumah, mulai dari pengaturan cahaya dalam rumah, menggunakan peralatan rumah
tangga yang hemat listrik, membuat sumur resapan, serta membuat ruang terbuka
hijau atau taman rumah yang mensuplai kebutuhan udara bersih.
Berikut beberapa cara untuk
mengoptimalkan energi di rumah agar tetap ramah lingkungan.
a.
Memaksimalkan
Pencahayaan dalam Rumah
Aspek pencahayaan memang memiliki
peranan penting untuk menghadirkan suasana rumah sesuai dengan yang diinginkan.
Lewat teknik dan sentuhan permainan cahaya yang tepat, efek dan nuansa yang
berbeda akan mengisi setiap detil ruangan. Penataan cahaya pada interior rumah
tinggal tentulah tidak mudah. Sebab, sebuah pencahayaan yang baik harus
memperhatikan sudut teknis, estetika, gaya, dan warna. Atau tak tertutup
kemungkinan untuk menciptakan suasana tertentu pada sebuah ruang sesuai dengan
yang diinginkan.
1. Memaksimalkan
Jendela pada rumah
Sumber pencahayaan ada dua, yaitu alami
dan buatan. Sinar matahari adalah salah satu sumber cahaya alami yang
dibutuhkan pada siang hari. Perancangan jendela yang baik dapat memungkinkan
hadirnya sinar matahari ke setiap sudut ruangan. Selain mampu mendatangkan
suasana segar di pagi hari, sumber cahaya gratis ini juga baik untuk kesehatan.
Desain rumah yang lebih terbuka pada dinding dan atap, akan memaksimalkan
cahaya matahari yang masuk kedalam rumah. Agar udara di dalam rumah dapat
mengalir maka harus ada lubang ventilasi pada arah tegak lurus datangnya angin.
Jika sejajar dengan arah angin, maka sedikit sekali kemungkinan angin akan
masuk ke dalam rumah. Atur penempatan ruangan dengan cara memperbanyak bidang
yang mengarah utara dan selatan, usahakan setiap ruangan mempunyai jendela atau
ventilasi supaya ada pertukaran udara. Hal ini dilakukan supaya panas matahari
tidak langsung masuk ke dalam rumah dan mengakibatkan suhu rumah naik sehingga
penggunaan AC bisa dikurangi.
2. langit-langit
rumah
Dalam membangun rumah, sebaiknya
diusahakan dengan mempertinggi langit-langit. Ini berguna untuk mengurangi
radiasi panas akibat matahari dalam ruangan.
b. Lantai
a. Bahan
Pelapis Lantai Linoleum
Linoleum adalah bahan pelapis lantai
ramah lingkungan yang yang tahan terhadap panas dan
api. Linoleum terbuat dari bahan alami yang dihasilkan dari sumber daya yang
bisa diperbaharui. Produk ini efektif, dan bisa memenuhi persyaratan untuk
kebersihan, keamanan, dan kemampuannya menjadi material yang ramah lingkungan.
c. Dinding Rumah
1. Dinding
Kaca
Dinding kaca dapat membuat ruang
menjadi terang pada siang hari. Dinding kaca juga menjadikan ruang terasa lebih
lapang. Semula material kaca jarang digunakan sebagai material dinding maupun
pintu. Sifat kaca yang rapuh dan rawan pecah merupakan alasannya. Namun kini,
material kaca cukup populer digunakan sebagai dinding. Terutama pada
bangunan-bangunan rumah modern.
Dinding
kaca memberikan efek serupa cermin. Fungsinya bukan untuk memantulkan bayangan
ruang, namun lebih pada "meniadakan" batas antar ruang. Kaca-kaca
transparan berukuran besar dapat membawa nature flow ke dalam ruang.
Jika terdapat taman hijau di seputar rumah, dinding kaca akan menyajikan
pemandangan tersebut ke dalam ruang. Selain fungsi di atas, kaca juga
memungkinkan banyak cahaya alam masuk, menerangi ruang di dalam rumah.
Sehingga, pada siang hari misalnya, tidak diperlukan lampu pada ruang-ruang
yang berbatasan langsung dengan ruang luar. Dengan demikian, energi listrik
untuk penerangan ruang pun dapat dihemat. Pada malam hari, kaca juga dapat
menghadirkan pemandangan alam ke dalam ruangan dan menjadikan ruang lebih
romantis.
2. Dinding
be-panel
Be-panel merupakan kombinasi antara
kemampuan insulasi dari Expanded Polystyrene (EPS) dan massa beton. Ini
merupakan kombinasi material yang dapat menghasilkan sebuah struktur yang
memiliki tingkat insulasi thermal yang tinggi. Dengan insulasi thermal yang
tinggi maka akan mengurangi turun naiknya temperatur di dalam ruangan, sehingga
dapat mengurangi konsumsi energi dari alat yang digunakan untuk memanaskan atau
mendinginkan ruangan.
d.
Atap
Berikut beberapa cara untuk menghemat
energi agar tetap ramah lingkungan dibagian atap rumah
1. Taman
Atap
Sebuah penelitian menyebutkan, bila
tanaman di bagian atap mempunyai tinggi sekitar 10 cm, maka dapat mengurangi
pemakaian AC sekitar 25 persen. Sebuah ruangan yang terletak tepat di bawah
green roof mempunyai suhu udara lebih rendah, yaitu sekitar 3 derajat hingga 4
derajat Celsius dibandingkan dengan suhu udara di luar ruangan. Green roof dan
green wall juga berfungsi sebagai filter udara yang membuat udara lebih bersih.
Sebagai informasi, setiap satu meter persegi rumput di bagian atap dapat
menghilangkan sekitar 0,2 kg partikel udara yang kotor setiap tahunnya. Dengan
membuat taman di atas atap, gedung-gedung bertingkat tetap bisa memiliki ruang
terbuka hijau, karena ada efisiensi ruang. Taman di atas atap (roofgarden)
merupakan salah satu alternatif penghijauan untuk meningkatkan kualitas
kesehatan lingkungan di kota besar. Pembuatan taman di atas atap memang tidak
murah dan membutuhkan struktur dan konstruksi atap yang spesifik. Bahkan untuk
hasil yang optimal, konstruksi atap untuk taman didesain sejak awal, sebelum
gedung itu dibangun. Namun investasi ini bisa kembali dalam beberapa tahun
kemudian, karena biaya untuk listrik pendingin udara berkurang, serta nilai
ekonomis bangunan bertambah. Selain menambah keteduhan, taman di atas atap juga
bisa dimanfaatkan untuk menyerap gas-gas beracun. Misalnya bambu atau palem
dapat menyerap gas formalin dan bensin. Sedangkan tanaman bakung, selain
menyerap gas formalin dan bensin, juga dapat menyerap alkohol dan aseton yang dihasilkan
cat dan sebagainya. Tanaman rambat juga berfungsi untuk menyerap gas
asetat, amonia, dan gas lainnya. Karena fungsi ini, tanaman rambat banyak
dipakai untuk taman di atas atap di luar negeri.
2. Atap
menggunakan Panel Surya
Energi
matahari yang melimpah dimanfaatkan untuk menciptakan kemandirian energi di
rumah. Salah satunya, dengan aspek desain yang dapat menempatkan solar panel
di sisi rumah yang menghadap barat, yang mendapatkan terpaan sinar matahari
paling tinggi dan lama. Selain memanfaatkan energi, hal ini dapat mengurangi
panas yang merambat di dinding rumah, dan mengurangi penggunaan pendingin
ruangan.
3. Rangka
Atap Baja
Konstruksi
rangka atap baja ringan yang terbuat dari baja ringan (truss) menjadi solusi
bagi rangka atap rumah biasa yang masih menggunakan kayu sebagai bahan dasar,
karena adanya pengaruh dari cuaca dan rayap.
Keunggulan menggunakan Rangka Atap Baja
Ringan:
- Lebih
mengutamakan struktur dengan sistem plat Buhul di setiap tumpuan sendi (seperti
jembatan) lebih kokoh dari kuda-kuda baja lainnya.
- konstruksi
stabil dan aman
- Menggunakan
tumpuan sendi dan roll
- Prefabrikasi
perkomponen
- Tahan
terhadap karat, rayap, perubahan cuaca dan kelembaban
- Bisa
dipakai dengan genteng metal maupun keramik atau beton yang berat
- Dirancang
stabil terhadap tekuk, puntir serta muai/mulur
- Pemasangan
yang profesional dan terlatih hingga cepat pengerjaannya
- Terdapat
banyak pilihan jenis kuda-kuda
- Pemilihan
bentang: 6 m - 8 m (bentang kecil), 8 m - 10 m (bentang menengah), 10 m - 12 m
(bentang besar)
- Lebih
dari 12 m (bentang khusus)
- Tersedia
material dengan galvalume, zincalume dan galvanized
4. Penutup
Atap
Bahan
penutup atap harus memiliki nilai hambatan hantaran panas yang cukup besar dan
memiliki kemampuan memantulkan panas yang baik. Penutup atap dari bahan tanah
atau keramik sangat baik untuk kenyamanan suhu ruang dalam. Apalagi bila
ditambah penggunaan lembaran aluminium foil yang dipasang di bawah penutup
atap. Poin ini berhubungan dengan penggunaan energi listrik untuk AC.
5. Insulasi
Salah satu
solusi mengurangi panas yaitu menggunakan insulasi. Lembaran insulasi yang
dipasang di bawah penutup atap ini mampu merefleksikan radiasi panas matahari
di kala siang. Insulasi ini juga bisa mengurangi suara berisik. Suara yang dapat
direduksi hingga 15 desibel
6. Turbin
Atap
Turbin atap adalah cerobong yang
berputar ringan untuk menghisap udara ke luar rongga atap. Kelebihan turbin
atap adalah tahan air dan tidak menggunakan listrik. Turbin atap dapat berputar
dengan sedikit tiupan udara. Selama musim panas, ruang antara langit-langit dan
atap akan sangat panas, meskipun pada atap rumah terdapat insulasi, sebagian
dari panas ini tetap akan masuk ke dalam ruangan rumah, dengan adanya turbin
atap, hawa panas didalam rumah dapat berkurang.
Pemanfaatan Lahan
1. Taman
Rumah
Selain kebersihan dan ventilasi yang
cukup, alangkah baiknya rumah yang sehat juga ditambah dengan taman indah dan terawat. Mempunyai taman indah menjadikan rumah lebih sehat dan
tentu saja menjadi keuntungan bagi penghuni rumah. Dari penelitian ditemukan
bahwa memandang taman saja sudah cukup memberikan efek baik untuk kesehatan
psikologi orang. Lingkungan sekitar dengan pemandangan taman hijau dan
bunga-bunga berwarna cerah akan memberikan perasaan menyenangkan bagi yang
melihatnya.
2. Membuat
Sumur Resapan
Sumur resapan adalah
salah satu rekayasa teknis konservasi air berupa bangunan yang dibuat
sedemikian menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu, diisi dengan
bahan - bahan resapan (pasir, batu, dan ijuk) secara berlapis sampai rata
dengan permukaan tanah yang berfungsi sebagai tempat penampungan dan sekaligus
peresapan air kedalam tanah. Pembuatan sumur resapan upaya memberikan imbuhan
air secara buatan dengan cara menginjeksi air hujan ebagai media infiltrasi
kedalam tanah yang dapat diterapkan dikawasan permukiman, pertokoan, industri,
sarana dan prasarana olah raga serta fasilitas umum. Adapun tujuan pembangunan
sumur resapan untuk mengurangi erosi, menyimpan dan menaikan permukaan air
tanah dalam rangka penyelamatan sumberdaya air.
Peralatan Rumah Tangga Hemat Energi
Hemat energi tidak hanya dilakukan
terhadap fisik bangunan. Tapi juga penggunaan peralatan dalam rumah. Sejauh
mungkin penghuni dapat menggunakan alat-alat elektronik yang hemat energi.
Kurangi penggunaan bahan-bahan elektronik yang menggunakan tenaga listrik yang
akan menimbulkan pemanasan global. Upaya hemat energi dapat dimulai dari hal
sederhana. Mematikan lampu disiang hari, mematikan televisi, radio, kipas angin
atau AC dan barang-barang elektronik jika tidak digunakan. Lebih selektif dalam
memilih berbagai barang interior rumah, terutama dalam menggunakan barang
elektronik yang ramah lingkungan.
Penggunaan energi secara wajar,
memiliki banyak keuntungan. Penggunaan bahan bakar, gas, air, dan listrik
secukupnya, tentunya akan menekan anggaran pengeluaran rumah tangga. Perilaku
konsumtif dan berlebihan bukanlah tindakan bijaksana, karena anak cucu dan generasi
penerus juga membutuhkan kehidupan yang baik dan nyaman menempati bumi.
Pemanfaatan energi buatan yang telah banyak dikembangkan, dapat menjadi solusi
hemat energi. Energi yang sering digunakan untuk peralatan rumah tangga adalah
energi listrik. Energi listrik dibangkitkan dengan berbagai cara. Misalnya,
energi listrik dihasilkan dari pengubahan energi angin, air, matahari, gas
alam, dan minyak bumi.
Berikut adalah contoh peralatan rumah
yang hemat energi
1. Kompor
Induksi
Pilihan lain menghemat energi gas dan
minyak yakni menggunakan kompor induksi. Memasak dengan kompor ini lebih cepat
matang dibanding kompor biasa. Berbeda dengan kompor pada umumnya, kompor ini
mungil dan tipis sehingga akan terlihat sangat mungil jika diletakkan di dapur
selektif menggunakan barang elektronik.
2. Kipas
Angin Plafon
Pemanas dan pendingin adalah peralatan
yang paling memboroskan energi di rumah, selain itu juga paling mahal berkaitan
dengan listrik, gas, minyak atau kayu. Kipas angin plafon, banyak digunkan pada
musim panas, namun kipas angin ini juga sangat membantu saat musim dingin. Saat
udara dingin, hawa panas dalam rumah akan naik ke atas ruangan dan terkumpul di
dekat plafon, kipas angin plafon dengan kecepatan rendah dapat membantu
mendorong hawa panas itu ke bawah. Hal ini juga bisa membantu mengurangi
kondensasi pada jendela.
3. Lampu
LED
LED adalah lampu berukuran kecil yang
memiliki beberapa keunggulan antara lain konsumsi listrik rendah. Beberapa
tahun belakangan LED mulai dilirik untuk keperluan penerangan, terutama untuk
rumah-rumah di kawasan terpencil yang menggunakan listrik dari energi
terbarukan (surya, angin, hidropower, dll). Alasannya sederhana, konsumsi
listrik LED yang kecil sesuai dengan kemampuan sistem pembangkit energi
terbarukan yang juga kecil. Lampu LED memiliki efisiensi yang lebih banyak
dibandingkan dengan lampu pijar/ tungsten, maupun lampu fluorescent. Lampu LED
tidak menghasilkan panas seperti lampu pijar, tidak merusak kesehatan seperti
lampu fluorescent,dan lebih tahan lama. 1 Watt lampu LED menghasilkan 100
lumen. Kekurangan lampu LED adalah masih mahal
Manfaat Rumah Hemat Energi
Penghematan energi dapat menyebabkan
berkurangnya biaya, serta meningkatnya nilai lingkungan, keamanan
negara, keamanan
pribadi, serta kenyamanan. Organisasi-organisasi serta perseorangan
dapat menghemat biaya dengan melakukan penghematan energi, sedangkan pengguna
komersial dan industri dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan dengan
melakukan penghemaan energi. Suasana kenyamanan akan diperoleh karena
pengaturan sirkulasi angin dan cahaya yang apik. Kondisi tersebut tetap
didapatkan meskipun rumah berada di tengah kota. Hal itu membuat kualitas hidup
lebih baik.
Penghematan
energi adalah unsur yang penting dari sebuah kebijakan
energi. Penghematan energi menurunkan konsumsi energi dan permintaan
energi per kapita, sehingga dapat menutup meningkatnya kebutuhan energi akibat
pertumbuhan populasi. Hal ini mengurangi naiknya biaya energi, dan dapat
mengurangi kebutuhan pembangkit
energi atau impor energi. Berkurangnya permintaan energi dapat
memberikan fleksibilitas dalam memilih metode produksi energi.
Selain
itu, dengan mengurangi emisi,
penghematan energi merupakan bagian penting dari mencegah atau mengurangi perubahan
iklim. Penghematan energi juga memudahkan digantinya sumber-sumber tak
dapat diperbaharui dengan sumber-sumber yang dapat diperbaharui. Penghematan energi sering merupakan
cara paling ekonomis dalam menghadapi kekurangan
energi, dan merupakan cara yang lebih ramah lingkungan dibandingkan
dengan meningkatkan produksi energi.
2. KESIMPULAN
Pembuatan rumah hemat energi merupakan
salah satu bentuk dari kegiatan Green Construction untuk mengurangi
dampak pemanasan global. Konsep rumah hemat energi menekankan
peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi listrik, dan material
bangunan, mulai dari desain, pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu ke
depan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk
mengefisiensi penggunaan energi dalam rumah, mulai dari pengaturan cahaya dalam
rumah, menggunakan peralatan rumah tangga yang hemat listrik, membuat sumur
resapan, serta membuat ruang terbuka hijau atau taman rumah yang mensuplai
kebutuhan udara bersih. Penghematan energi dapat menyebabkan berkurangnya
biaya, serta meningkatnya nilai lingkungan, keamanan negara, keamanan pribadi, serta kenyamanan
3. REFERENSI
Epoch Times. Hemat Energi dengan
Kipas Angin dan Turbin Atap. 24 Januari 2011
Indra Zaka Permana. Linoleum Bahan
pelapis lantai ramah lingkungan. 31 Januari 2011.
Tri Harso Karyono. Hemat Energi
Awali dari Desain Rumah. 20 Januari 2011.