Welcome

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

Rabu, 08 Oktober 2014



MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA
PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA INDONESIA

Description: C:\Users\user\Desktop\LPOJIUG.jpg














Oleh :
FERDIANSYAH IBNU P
23313418
(2TB04)

TEKNIK ARSITEKTUR
(FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN)
UNIVERSITAS GUNADARMA



Pancasila

Sejarah Lahirnya Pancasila
Pancasila telah lahir bersamaan dengan adanya atau lahirnya Bangsa Indonesia. Sejak dulu bangsa kita telah mencerminkan penjiwaan atas sila-sila Pancasila, sebelumtumbuhnya kerajaan besar di bumi Nusantara, seperti kerajaan Sriwijaya di Sumatra pada abad VII-XII dan kerajaan Majapahit di Jawa Timur dalam abad XII-XVI,seperti adanya kepercayaan manusia terhadap kekuatan gaib, baik berupa pemujaanterhadap roh-roh halus yang bercirikan animisme dan dinamisme, maupun kehidupanmanusia Indonesia yang penuh toleransi dan suasana damai, tolong-menolong/gotongroyong, bermusyawarah bagi terwujudnya kondisi kehidupan yang aman, tenteramsejahtera, dan sebagainya.

Istilah Pancasila telah dikenal sejak dulu, yaitu digunakan sebagai acuan moral/etikadalam kehidupan banga Indonesia sehari-hari. Misal, dari karya-karya pujuangga besar Indonesia semasa berdirinya kerajaan MAjapahiy yang dilukiskan dalam tulisanEmpu Prapanca tentang Negara Kertagama,dan Empu Tantular dalam bukunyaSutasoma. Dalam buku Sutasoma terdapat istilah Pancasila Krama mempunyai arti Lima Dasar TIngkah Laku atau Perintah Kesusilaan yang lima, yang meliputi :
1.      Tidak boleh adanya kekerasan (ahimsa)
2.      Tidak boleh mencuri (asteya)
3.  Tidak boleh berjiwa dengki (indriya nigraha)
4.  Tidak boleh berbohong (amrsawada)
5.      Tidak boleh mabuk minum-minuman keras (dama)  
Secara harfiah Pancasila terdiri dari dua kata, yaitu Panca yang berarti Lima, dan Sila berarti Dasar. Jadi Pancasila mempunyai makna Lima Dasar. Istilah “sila” diartikan juga sebagai aturan yang melatarbelakangi perilaku seseorang atau bangsa; kelakuanatau perbuatan yang menurut adab (sopan santun) akhlak dan moral.
selain itu dalam Kitab Sutasoma terdapat semboyan Bhinneka Tunggal Ika TanHana DharmaMangruayang yang mengandung arti meskipun agama itu kelihatannya berbeda bentuk atau sifatnya namun pada hakikatnya satu juga, yang kemudian menjadi motto lambing Negara kita, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Hal tersebut mencerminkan setelah tenggelamnya dalam proses penjajahan yang berkepanjangan istilah Pancasila diangkat lagi oleh Bung Karno dalam uraian pidatonya tanggal 1Juni 1945 di muka siding BPUPKI dalam merumuskan Dasar Negara Indonesia Merdeka, sehingga sering timbul anggapan bahwa tanggal 1Juni dipandang sebagai lahirnya Pancasila.

Latar Belakang Sejarah

Pendudukan Indonesia oleh colonial Belanda semenjak berdirinya perkumpulan dagang VOC (Verenigde Oost Indische Companie) diawal abad XVII dengan pemerintahnya di Indonesia yang terkenal dengan sebutan Hidia Belanda, mulai ambruk dengan mendaratnya tentara Jepang di indonesia yang di mulai pertama kali di Pulau Tarakan, Kalimantan pada tanggal 10-11 Januari 1942, yang kemudian di ikuti dengan adanya pendaratan di pulau-pulau lainnya seperti Sulawesi,Maluku,Sumatra,Bali dan akhirnya memasuki pulau Jawa.
Tanggal 5 Maret 1942 Batavia jatuh, dan perlawanan Belanda terhadap Jepang berakhir di Bandung pada tanggal 8 Maret 1942, sedangkan tanggal 9 Maret 1942 Jenderal Ter Poorter sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Darat Sekutu di Jawamenyerah dengan tanpa syarat.Sesuai Undang-Undang Nomor: 1 Tahun 1942 yang dikeluarkan oleh Jepang padatanggal 7 Maret 1942, yaitu sebelum pemerintahan Hindia Belanda menyerah,dinyatakan bahwa kedatangan Balatentara Nippon untuk memperbaiki nasibrakyat Indonesia yang dianggap sebangsa dan seketurunan dengan bangsa Jepang. Kemudian terjadilah penyerahan kekuasaan dan pergantian pemerintahan dariGubernur Jenderal Belanda kepadagusireikan (panglima Besar) Jepang. Setelah itu diikuti penurunan bendera triwarna (Merah Putih Biru) dan menaikkan benderaMatahari terbit, serta mengubah lagu Wilhelmus menjadi Kimigayo.





·         Proses Perumusan Dan Pengesahan

Sehari setelah pengurus BPUPKI dilantik, maka badan ini mulai mengadakan sidang-sidang dibawah pimpinan ketuanya , yaitu dr .Radjiman widyodiningrat proses persidangan BPUPKI ini dapat dibagi dalam 2 masa epersidangan,yaitu:
1.      Masa Persidangan 1 berlangsung dari tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni1945
2.      Masa Persidangan II berlangsung dari tanggal 10 sampai tanggal 16Juli 1945, yang diselenggarakan di Gedung Tyuoo Sangi-in.


Masa Persidangan 1
Substansi dan inti pembahasan dalam Masa Persidangan1menitik beratkan pada pembahasan tentang landasan filosofi, yaitu dasar Negara Indonesia.Masa Persidangan I yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945 ini seluruhnya merupakan masa siding pleno yangdipimpin secara langsung oleh Ketua BPUPKI. Adapun pembiacara pertama dalam siding ini diisi oleh Muhammad Yamin, yang didalam pidatonya telah mengajukan usulan secara lisan mengenai dasar  Negara kebangsaan yang rumusannya terdiri atas 5 (lima), yaitu:
1.      Peri Kebangsaan
2.      Peri Kemanusiaan
3.      Pero Ke-Tuhanan
4.      Peri Kerakyatan
5.      Kesejahteraan
 




Selanjutnya dalam persidangan I hari kedua tanggal 30 Mei 1945,pembicaranya adalah dari tokoh-tokoh Islam, yaitu Ki Bagoes Hadikoesoemo, dan KH Wachid Hasyim, yang mengusulkan dasar Negara Islam.
Kemudian dalam persidangan 1hari ketiga tanggal 31 Mei 1945, pembicara utamanya adalah Soepomo, yang didalam pidatonya menyampaikan pandangan mengenai dasar  Negara kebangsaan yaitu melalui uraian yang berfokus padaaliran pikiran Negaraintegralistik. Terdapat rumusan 5 (lima) dasar negara usulan Soepoemo sebagai berikut:

1.      Persatuan
2.      Kekeluargaan
3.      Keimbangan lahir batin
4.      Musyawarah
5.      Keadilan rakyat

Akhirnya dalam persidangan I terakhir tanggal 1 Juni 1945 pembicaranya adalah Soekarno (Bung Karno) yang juga menghasilkan rumusan yang diberi namaPancasila yaitu terdiri dari:
1.      Kebanggan-Nasionalisme
2.      Perikemanusiaan-Internasionalisme
3.      Mufakat-Democratie
4.      Keadilan Sosial
5.      Ketuhanan Yang Maha Esa

Oleh karena itu atas anjuran Ketua BPUPKI telah meinta agar para pengusul tadimenyatakan usulannya secara tertulis yang diharapkan telah masuk tanggal 20 Juni 1945,dan untuk keperluan itu dibentuk “Panitia Kecil” yang terdiri dari 8 orang dengan tugas menampung konsepsi-konsepsi dan usul-usul dari paraangggota serta menelitinya, yang sesudahnya itu menyerahkan melalui Sekretariat sesuai permintaan Ketua BPUPKI.


Panitia Kecil / Panitia 8, terdiri dari:
1.      Ir.Soekarno (Ketua)
2.      Drs. Mohammad Hatta
3.      M. Soetardjo Kartohadikoesoemo
4.      K.H Wachid Hasyim
5.      Ki Bagoes Hadikoesoemo
6.      Mr.Muhammad Yamin
7.      Mr.Alfred Marami


2.Masa Persidangan II

Dimasa ini lebih menitik beratkan pada pembahasan UUD Negara Indonesia, dan persidangan ini berlangsung selama 7 hari dari tanggal 10 s/d 16 juli 1945.
·         Pada tanggal 11 Juli 1945 mengadakan rapat dan menghasilkan Pembentukan Panitia Perancangan
·         Pada tanggal 12 Juli 1945 berhasil menyusun Naskah Rancangan UUD
·         Pada tanggal 13 Juli 1945 Menyempurnakan dan menyusun kembali rancangan UUD yang telah di bahas itu.
·         Pada tanggal 14 Juli 1945 Ir.Soekarno melaporkan 3 buah hasil kerja panitia :
1.      Pernyataan Indonesia Merdeka
2.      Pembukaan UUD
3.      Batang tubuh UUD









Daftar pustaka

Kaelan, M.S.(2010).”Pendidikan Untuk Mewujudkan Nilai-nilai     Pancasila Rasa Kebangsaan Dan Cinta Tanah AirSesuai Dengan SK.         Dirjen Dikti No. 43 /Dikti / Kep /2006”.



BANGUNAN HEMAT ENERGI

Kamis, 02 Oktober 2014



Konsep Rumah Hemat Energi
Pembuatan rumah hemat energi merupakan salah satu bentuk dari kegiatan Green Construction untuk mengurangi dampak pemanasan global. Rumah bukan sekedar tempat berteduh dari terik matahari atau siraman hujan, tetapi rumah adalah tempat proses sosialisasi bagi seorang manusia bersama keluarga. Setiap orang sudah pasti selalu mendambakan hunian yang memancarkan suasana damai dan menyenangkan. Konsep rumah hemat energi menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi listrik, dan material bangunan, mulai dari desain, pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu ke depan.
Desain rancang bangunan memerhatikan banyak bukaan untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan cahaya alami, sedikit mungkin menggunakan penerangan lampu dan pengondisi udara pada siang hari. Desain bangunan hemat energi, membatasi lahan terbangun, layout sederhana, ruang mengalir, kualitas bangunan bermutu, efisiensi bahan, material ramah lingkungan, dan menerapkan pola hidup hemat energi melalui pemanfaatan sumber energi alternatif, seperti angin dan cahaya alami. Atap-atap bangunan dikembangkan menjadi taman atap (roof garden) dan atap surya ( atap dengan menggunakan panel surya) yang memiliki nilai ekologis tinggi yaitu suhu udara turun, pencemaran berkurang, dan ruang terbuka hijau bertambah.
Aspek yang harus dipertimbangkan dalam konsep rumah hemat energi adalah:
1. Konsumsi sumber daya yang hemat dan efisien (energi, material, air dan lahan).
2. Emisi baik terhadap udara, air dan tanah terkait dengan lingkungan dan kesehatan.
3. Lain-lain (seperti kebisingan dan getaran).
Cara Efisiensi Energi agar tetap ramah lingkungan
Penghematan energi atau konservasi energi adalah tindakan mengurangi jumlah penggunaan energi. Penghematan energi dapat dicapai dengan penggunaan energi secara efisien dimana manfaat yang sama diperoleh dengan menggunakan energi lebih sedikit, ataupun dengan mengurangi konsumsi dan kegiatan yang menggunakan energi.
Hemat energi dapat dimulai dari rumah kita sendiri. Membangun atau merenovasi rumah sebaiknya tidak sekadar mementingkan gaya belaka, melainkan ada kiat agar rumah dapat ramah lingkungan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengefisiensi penggunaan energi dalam rumah, mulai dari pengaturan cahaya dalam rumah, menggunakan peralatan rumah tangga yang hemat listrik, membuat sumur resapan, serta membuat ruang terbuka hijau atau taman rumah yang mensuplai kebutuhan udara bersih.
Berikut beberapa cara untuk mengoptimalkan energi di rumah agar tetap ramah lingkungan.
a. Memaksimalkan Pencahayaan dalam Rumah
Aspek pencahayaan memang memiliki peranan penting untuk menghadirkan suasana rumah sesuai dengan yang diinginkan. Lewat teknik dan sentuhan permainan cahaya yang tepat, efek dan nuansa yang berbeda akan mengisi setiap detil ruangan. Penataan cahaya pada interior rumah tinggal tentulah tidak mudah. Sebab, sebuah pencahayaan yang baik harus memperhatikan sudut teknis, estetika, gaya, dan warna. Atau tak tertutup kemungkinan untuk menciptakan suasana tertentu pada sebuah ruang sesuai dengan yang diinginkan.
1. Memaksimalkan Jendela pada rumah
Sumber pencahayaan ada dua, yaitu alami dan buatan. Sinar matahari adalah salah satu sumber cahaya alami yang dibutuhkan pada siang hari. Perancangan jendela yang baik dapat memungkinkan hadirnya sinar matahari ke setiap sudut ruangan. Selain mampu mendatangkan suasana segar di pagi hari, sumber cahaya gratis ini juga baik untuk kesehatan. Desain rumah yang lebih terbuka pada dinding dan atap, akan memaksimalkan cahaya matahari yang masuk kedalam rumah. Agar udara di dalam rumah dapat mengalir maka harus ada lubang ventilasi pada arah tegak lurus datangnya angin. Jika sejajar dengan arah angin, maka sedikit sekali kemungkinan angin akan masuk ke dalam rumah. Atur penempatan ruangan dengan cara memperbanyak bidang yang mengarah utara dan selatan, usahakan setiap ruangan mempunyai jendela atau ventilasi supaya ada pertukaran udara. Hal ini dilakukan supaya panas matahari tidak langsung masuk ke dalam rumah dan mengakibatkan suhu rumah naik sehingga penggunaan AC bisa dikurangi.
2. langit-langit rumah
Dalam membangun rumah, sebaiknya diusahakan dengan mempertinggi langit-langit. Ini berguna untuk mengurangi radiasi panas akibat matahari dalam ruangan.
b. Lantai
a. Bahan Pelapis Lantai Linoleum
Linoleum adalah bahan pelapis lantai ramah lingkungan yang yang tahan terhadap panas dan api. Linoleum terbuat dari bahan alami yang dihasilkan dari sumber daya yang bisa diperbaharui. Produk ini efektif, dan bisa memenuhi persyaratan untuk kebersihan, keamanan, dan kemampuannya menjadi material yang ramah lingkungan.
c. Dinding Rumah
1. Dinding Kaca
Dinding kaca dapat membuat ruang menjadi terang pada siang hari. Dinding kaca juga menjadikan ruang terasa lebih lapang. Semula material kaca jarang digunakan sebagai material dinding maupun pintu. Sifat kaca yang rapuh dan rawan pecah merupakan alasannya. Namun kini, material kaca cukup populer digunakan sebagai dinding. Terutama pada bangunan-bangunan rumah modern.
Dinding kaca memberikan efek serupa cermin. Fungsinya bukan untuk memantulkan bayangan ruang, namun lebih pada "meniadakan" batas antar ruang. Kaca-kaca transparan berukuran besar dapat membawa nature flow ke dalam ruang. Jika terdapat taman hijau di seputar rumah, dinding kaca akan menyajikan pemandangan tersebut ke dalam ruang. Selain fungsi di atas, kaca juga memungkinkan banyak cahaya alam masuk, menerangi ruang di dalam rumah. Sehingga, pada siang hari misalnya, tidak diperlukan lampu pada ruang-ruang yang berbatasan langsung dengan ruang luar. Dengan demikian, energi listrik untuk penerangan ruang pun dapat dihemat. Pada malam hari, kaca juga dapat menghadirkan pemandangan alam ke dalam ruangan dan menjadikan ruang lebih romantis.
2. Dinding be-panel
Be-panel merupakan kombinasi antara kemampuan insulasi dari Expanded Polystyrene (EPS) dan massa beton. Ini merupakan kombinasi material yang dapat menghasilkan sebuah struktur yang memiliki tingkat insulasi thermal yang tinggi. Dengan insulasi thermal yang tinggi maka akan mengurangi turun naiknya temperatur di dalam ruangan, sehingga dapat mengurangi konsumsi energi dari alat yang digunakan untuk memanaskan atau mendinginkan ruangan.
d. Atap
Berikut beberapa cara untuk menghemat energi agar tetap ramah lingkungan dibagian atap rumah
1. Taman Atap
Sebuah penelitian menyebutkan, bila tanaman di bagian atap mempunyai tinggi sekitar 10 cm, maka dapat mengurangi pemakaian AC sekitar 25 persen. Sebuah ruangan yang terletak tepat di bawah green roof mempunyai suhu udara lebih rendah, yaitu sekitar 3 derajat hingga 4 derajat Celsius dibandingkan dengan suhu udara di luar ruangan. Green roof dan green wall juga berfungsi sebagai filter udara yang membuat udara lebih bersih. Sebagai informasi, setiap satu meter persegi rumput di bagian atap dapat menghilangkan sekitar 0,2 kg partikel udara yang kotor setiap tahunnya. Dengan membuat taman di atas atap, gedung-gedung bertingkat tetap bisa memiliki ruang terbuka hijau, karena ada efisiensi ruang. Taman di atas atap (roofgarden) merupakan salah satu alternatif penghijauan untuk meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan di kota besar. Pembuatan taman di atas atap memang tidak murah dan membutuhkan struktur dan konstruksi atap yang spesifik. Bahkan untuk hasil yang optimal, konstruksi atap untuk taman didesain sejak awal, sebelum gedung itu dibangun. Namun investasi ini bisa kembali dalam beberapa tahun kemudian, karena biaya untuk listrik pendingin udara berkurang, serta nilai ekonomis bangunan bertambah. Selain menambah keteduhan, taman di atas atap juga bisa dimanfaatkan untuk menyerap gas-gas beracun. Misalnya bambu atau palem dapat menyerap gas formalin dan bensin. Sedangkan tanaman bakung, selain menyerap gas formalin dan bensin, juga dapat menyerap alkohol dan aseton yang dihasilkan cat dan sebagainya. Tanaman rambat juga berfungsi untuk menyerap gas asetat, amonia, dan gas lainnya. Karena fungsi ini, tanaman rambat banyak dipakai untuk taman di atas atap di luar negeri.
2. Atap menggunakan Panel Surya
Energi matahari yang melimpah dimanfaatkan untuk menciptakan kemandirian energi di rumah. Salah satunya, dengan aspek desain yang dapat menempatkan solar panel di sisi rumah yang menghadap barat, yang mendapatkan terpaan sinar matahari paling tinggi dan lama. Selain memanfaatkan energi, hal ini dapat mengurangi panas yang merambat di dinding rumah, dan mengurangi penggunaan pendingin ruangan.
3. Rangka Atap Baja
Konstruksi rangka atap baja ringan yang terbuat dari baja ringan (truss) menjadi solusi bagi rangka atap rumah biasa yang masih menggunakan kayu sebagai bahan dasar, karena adanya pengaruh dari cuaca dan rayap.
Keunggulan menggunakan Rangka Atap Baja Ringan:
- Lebih mengutamakan struktur dengan sistem plat Buhul di setiap tumpuan sendi (seperti jembatan) lebih kokoh dari kuda-kuda baja lainnya.
- konstruksi stabil dan aman
- Menggunakan tumpuan sendi dan roll
- Prefabrikasi perkomponen
- Tahan terhadap karat, rayap, perubahan cuaca dan kelembaban
- Bisa dipakai dengan genteng metal maupun keramik atau beton yang berat
- Dirancang stabil terhadap tekuk, puntir serta muai/mulur
- Pemasangan yang profesional dan terlatih hingga cepat pengerjaannya
- Terdapat banyak pilihan jenis kuda-kuda
- Pemilihan bentang: 6 m - 8 m (bentang kecil), 8 m - 10 m (bentang menengah), 10 m - 12 m (bentang besar)
- Lebih dari 12 m (bentang khusus)
- Tersedia material dengan galvalume, zincalume dan galvanized
4. Penutup Atap
Bahan penutup atap harus memiliki nilai hambatan hantaran panas yang cukup besar dan memiliki kemampuan memantulkan panas yang baik. Penutup atap dari bahan tanah atau keramik sangat baik untuk kenyamanan suhu ruang dalam. Apalagi bila ditambah penggunaan lembaran aluminium foil yang dipasang di bawah penutup atap. Poin ini berhubungan dengan penggunaan energi listrik untuk AC.
5. Insulasi
Salah satu solusi mengurangi panas yaitu menggunakan insulasi. Lembaran insulasi yang dipasang di bawah penutup atap ini mampu merefleksikan radiasi panas matahari di kala siang. Insulasi ini juga bisa mengurangi suara berisik. Suara yang dapat direduksi hingga 15 desibel
6. Turbin Atap
Turbin atap adalah cerobong yang berputar ringan untuk menghisap udara ke luar rongga atap. Kelebihan turbin atap adalah tahan air dan tidak menggunakan listrik. Turbin atap dapat berputar dengan sedikit tiupan udara. Selama musim panas, ruang antara langit-langit dan atap akan sangat panas, meskipun pada atap rumah terdapat insulasi, sebagian dari panas ini tetap akan masuk ke dalam ruangan rumah, dengan adanya turbin atap, hawa panas didalam rumah dapat berkurang.
Pemanfaatan Lahan
1. Taman Rumah
Selain kebersihan dan ventilasi yang cukup, alangkah baiknya rumah yang sehat juga ditambah dengan taman indah dan terawat. Mempunyai taman indah menjadikan rumah lebih sehat dan tentu saja menjadi keuntungan bagi penghuni rumah. Dari penelitian ditemukan bahwa memandang taman saja sudah cukup memberikan efek baik untuk kesehatan psikologi orang. Lingkungan sekitar dengan pemandangan taman hijau dan bunga-bunga berwarna cerah akan memberikan perasaan menyenangkan bagi yang melihatnya.
2. Membuat Sumur Resapan
Sumur resapan adalah salah satu rekayasa teknis konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu, diisi dengan bahan - bahan resapan (pasir, batu, dan ijuk) secara berlapis sampai rata dengan permukaan tanah yang berfungsi sebagai tempat penampungan dan sekaligus peresapan air kedalam tanah. Pembuatan sumur resapan upaya memberikan imbuhan air secara buatan dengan cara menginjeksi air hujan ebagai media infiltrasi kedalam tanah yang dapat diterapkan dikawasan permukiman, pertokoan, industri, sarana dan prasarana olah raga serta fasilitas umum. Adapun tujuan pembangunan sumur resapan untuk mengurangi erosi, menyimpan dan menaikan permukaan air tanah dalam rangka penyelamatan sumberdaya air.
 Peralatan Rumah Tangga Hemat Energi
Hemat energi tidak hanya dilakukan terhadap fisik bangunan. Tapi juga penggunaan peralatan dalam rumah. Sejauh mungkin penghuni dapat menggunakan alat-alat elektronik yang hemat energi. Kurangi penggunaan bahan-bahan elektronik yang menggunakan tenaga listrik yang akan menimbulkan pemanasan global. Upaya hemat energi dapat dimulai dari hal sederhana. Mematikan lampu disiang hari, mematikan televisi, radio, kipas angin atau AC dan barang-barang elektronik jika tidak digunakan. Lebih selektif dalam memilih berbagai barang interior rumah, terutama dalam menggunakan barang elektronik yang ramah lingkungan.
Penggunaan energi secara wajar, memiliki banyak keuntungan. Penggunaan bahan bakar, gas, air, dan listrik secukupnya, tentunya akan menekan anggaran pengeluaran rumah tangga. Perilaku konsumtif dan berlebihan bukanlah tindakan bijaksana, karena anak cucu dan generasi penerus juga membutuhkan kehidupan yang baik dan nyaman menempati bumi. Pemanfaatan energi buatan yang telah banyak dikembangkan, dapat menjadi solusi hemat energi. Energi yang sering digunakan untuk peralatan rumah tangga adalah energi listrik. Energi listrik dibangkitkan dengan berbagai cara. Misalnya, energi listrik dihasilkan dari pengubahan energi angin, air, matahari, gas alam, dan minyak bumi.
Berikut adalah contoh peralatan rumah yang hemat energi
1. Kompor Induksi
Pilihan lain menghemat energi gas dan minyak yakni menggunakan kompor induksi. Memasak dengan kompor ini lebih cepat matang dibanding kompor biasa. Berbeda dengan kompor pada umumnya, kompor ini mungil dan tipis sehingga akan terlihat sangat mungil jika diletakkan di dapur selektif menggunakan barang elektronik.
2. Kipas Angin Plafon
Pemanas dan pendingin adalah peralatan yang paling memboroskan energi di rumah, selain itu juga paling mahal berkaitan dengan listrik, gas, minyak atau kayu. Kipas angin plafon, banyak digunkan pada musim panas, namun kipas angin ini juga sangat membantu saat musim dingin. Saat udara dingin, hawa panas dalam rumah akan naik ke atas ruangan dan terkumpul di dekat plafon, kipas angin plafon dengan kecepatan rendah dapat membantu mendorong hawa panas itu ke bawah. Hal ini juga bisa membantu mengurangi kondensasi pada jendela.
3. Lampu LED
LED adalah lampu berukuran kecil yang memiliki beberapa keunggulan antara lain konsumsi listrik rendah. Beberapa tahun belakangan LED mulai dilirik untuk keperluan penerangan, terutama untuk rumah-rumah di kawasan terpencil yang menggunakan listrik dari energi terbarukan (surya, angin, hidropower, dll). Alasannya sederhana, konsumsi listrik LED yang kecil sesuai dengan kemampuan sistem pembangkit energi terbarukan yang juga kecil. Lampu LED memiliki efisiensi yang lebih banyak dibandingkan dengan lampu pijar/ tungsten, maupun lampu fluorescent. Lampu LED tidak menghasilkan panas seperti lampu pijar, tidak merusak kesehatan seperti lampu fluorescent,dan lebih tahan lama. 1 Watt lampu LED menghasilkan 100 lumen. Kekurangan lampu LED adalah masih mahal
Manfaat Rumah Hemat Energi
Penghematan energi dapat menyebabkan berkurangnya biaya, serta meningkatnya nilai lingkungan, keamanan negara, keamanan pribadi, serta kenyamanan. Organisasi-organisasi serta perseorangan dapat menghemat biaya dengan melakukan penghematan energi, sedangkan pengguna komersial dan industri dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan dengan melakukan penghemaan energi. Suasana kenyamanan akan diperoleh karena pengaturan sirkulasi angin dan cahaya yang apik. Kondisi tersebut tetap didapatkan meskipun rumah berada di tengah kota. Hal itu membuat kualitas hidup lebih baik.
Penghematan energi adalah unsur yang penting dari sebuah kebijakan energi. Penghematan energi menurunkan konsumsi energi dan permintaan energi per kapita, sehingga dapat menutup meningkatnya kebutuhan energi akibat pertumbuhan populasi. Hal ini mengurangi naiknya biaya energi, dan dapat mengurangi kebutuhan pembangkit energi atau impor energi. Berkurangnya permintaan energi dapat memberikan fleksibilitas dalam memilih metode produksi energi.
Selain itu, dengan mengurangi emisi, penghematan energi merupakan bagian penting dari mencegah atau mengurangi perubahan iklim. Penghematan energi juga memudahkan digantinya sumber-sumber tak dapat diperbaharui dengan sumber-sumber yang dapat diperbaharui. Penghematan energi sering merupakan cara paling ekonomis dalam menghadapi kekurangan energi, dan merupakan cara yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan meningkatkan produksi energi.
2. KESIMPULAN
Pembuatan rumah hemat energi merupakan salah satu bentuk dari kegiatan Green Construction untuk mengurangi dampak pemanasan global. Konsep rumah hemat energi menekankan peningkatan efisiensi dalam penggunaan air, energi listrik, dan material bangunan, mulai dari desain, pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu ke depan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengefisiensi penggunaan energi dalam rumah, mulai dari pengaturan cahaya dalam rumah, menggunakan peralatan rumah tangga yang hemat listrik, membuat sumur resapan, serta membuat ruang terbuka hijau atau taman rumah yang mensuplai kebutuhan udara bersih. Penghematan energi dapat menyebabkan berkurangnya biaya, serta meningkatnya nilai lingkungan, keamanan negara, keamanan pribadi, serta kenyamanan

3. REFERENSI
Epoch Times. Hemat Energi dengan Kipas Angin dan Turbin Atap. 24 Januari 2011
Iman Hartani. Rumah Hemat Energi. 19 Januari 2011. http://www.kulinet.com/baca/rumah-hemat-energi/28/
Indra Zaka Permana. Linoleum Bahan pelapis lantai ramah lingkungan. 31 Januari 2011.
Tri Harso Karyono. Hemat Energi Awali dari Desain Rumah. 20 Januari 2011.