STUDI EKSKURSI
Jadi di semester 6 ini ada sebuah
permainan mata kuliah yang bernama Kuliah Lapangan
Arsitektur (KLA), atau bisa disebut juga Studi ekskursi.
Matkul ini mewajibkan mahasiswanya untuk pergi studi banding tentang Arsitektur
ke negara lain, yang sebenarnya sih bisa aja ke daerah Indonesia lain, tapi ya
beginilah yang terjadi. Alasannya sih karena emang di negara lain pembangunan
juga sedang maju dan mereka memiliki gaya yang mungkin gak ada di Indonesia.
Nah kalo KLA ini berasal dari tabungan
yang dikumpulkan mahasiswa dari semester 3. Dan tabungan yang dikumpulkan
yaitu sekitar 6 juta. Dan sebenarnya harga ini sudah mengalami beberapa
penurunan.
Dan sebenarnya destinasi awalnya harusnya
ke Jepang. Namun pas beberapa waktu kemaren kondisi ekonomi juga lagi gak
stabil dan juga adanya gejolak turun-naiknya nilai tukar dolar. Dan juga
dilihat dari kondisi mahasiswa yang tidak semuanya orang kaya. Sehingga,
daripada memaksakan ke jepang lalu diambilah jalur tengahnya yaitu ke Singapura-Malaysia.
Memang saat awal-awal semester 3 mahasiswa
diberi beberapa opsi destinasi. Kalo gak salah ada 4 rencana destinasi yaitu
Jepang, Korea, Dubai, dan satu lagi China. Dari pilihan destinasi diatas gue
langsung menetapkan pada pilihan JEPANG. Secara bangunan dijepang bisa dibilang
memiliki bentuk arsitektur yang unik dan khas serta kekuatan strukturnya yang
tahan gempa. Walaupun Jepang masuk kedalam wilayah Cincin Api Pasifik, namun
mereka beraniberiovasi dari segi teknologi dan bentuk banugnan yang modern.
Dan untuk kali sejarah, KLA tahun ini
dibagi jadi 2 kloter. Kloter pertama yaitu menuju tujuan yang utama yaitu
Korea, dan Kloter kedua ke Singapore-Malaysia. Kloter kedua lahir karena ada
beberapa mahasiswa yang tabungannya tidak mencukupi target panitia, dan juga
ada korban yang telat bayar sesuai target. Mungkin ini sedikit awalan yang menceritakan
tentang Singapura-Malaysia.
SINGAPURA
Singapura (nama resmi:
Republik Singapura) adalah sebuah negara pulau di lepas ujung selatan
Semenanjung Malaya, 137 kilometre (85 mil) di utara khatulistiwa di Asia
Tenggara. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dari
Kepulauan Riau, Indonesia oleh Selat Singapura di selatan. Singapura adalah
pusat keuangan terdepan keempat di dunia dan sebuah kota dunia kosmopolitan
yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan internasional.
Pelabuhan Singapura adalah satu dari lima pelabuhan tersibuk di dunia.
Singapura memiliki
sejarah imigrasi yang panjang. Penduduknya yang beragam berjumlah 5 juta jiwa,
terdiri dari Cina, Melayu, India, berbagai keturunan Asia, dan Kaukasoid. 42%
penduduk Singapura adalah orang asing yang bekerja dan menuntut ilmu di sana.
Pekerja asing membentuk 50% dari sektor jasa. Negara ini adalah yang terpadat
kedua di dunia setelah Monako. A.T. Kearney menyebut Singapura sebagai negara
paling terglobalisasi di dunia dalam Indeks Globalisasi tahun 2006.
Sebelum merdeka tahun
1965, Singapura adalah pelabuhan dagang yang beragam dengan PDB per kapita
$511, tertinggi ketiga di Asia Timur pada saat itu. Setelah merdeka, investasi
asing langsung dan usaha pemerintah untuk industrialisasi berdasarkan rencana
bekas Deputi Perdana Menteri Dr. Goh Keng Swee membentuk ekonomi Singapura saat
ini.
Economist Intelligence
Unit dalam "Indeks Kualitas Hidup" menempatkan Singapura pada
peringkat satu kualitas hidup terbaik di Asia dan kesebelas di dunia. Singapura
memiliki cadangan devisa terbesar kesembilan di dunia. Negara ini juga memiliki
angkatan bersenjata yang maju.
Setelah PDB-nya
berkurang -6.8% pada kuartal ke-4 tahun 2009, Singapura mendapatkan gelar
pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, dengan pertumbuhan PDB 17.9% pada
pertengahan pertama 2010.
SEJARAH
Nama Singapura berasal
dari bahasa Melayu (Sanskrit सिंहपुर "Kota Singa"). Hari ini,
Singapura kadang dijuluki sebagai Kota Singa. Studi sejarah membuktikan bahwa
singa kemungkinan tidak pernah ada di pulau itu; makhluk yang dilihat oleh Sang
Nila Utama, pendiri dan pemberi nama Singapura, bisa jadi seekor harimau.
Sebelum abad ke-19
Catatan pertama
permukiman di Singapura berasal dari abad ke-2 Masehi. Pulau ini merupakan pos
luar Kerajaan Sriwijaya di Sumatera yang memberi nama Temasek dalam bahasa Jawa
yang berarti 'kota laut'. Antara abad ke-16 dan awal abad ke-19, Singapura menjadi
bagian dari Kesultanan Johor. Tahun 1613, perompak Portugis membakar permukiman
di mulut Sungai Singapura dan pulau ini menjadi tidak terlalu diperhatikan
sampai dua abad selanjutnya.
Kekuasaan kolonial Britania
Pada 28 Januari 1819,
Thomas Stamford Raffles mendarat di pulau utama di Singapura. Ia ditugaskan
oleh Perusahaan Dagang Hindia Timur Britania (East Indian Company, EIC) untuk
mencari lokasi strategis untuk membangun pelabuhan di mulut Selat Malaka,
menandingi dominasi Belanda, yang saat itu sedang melemah seiring
bertubi-tubinya pergantian kekuasaan sejak bangkrutnya VOC, pendudukan Perancis
hingga berdirinya Kerajaan Belanda.
Di pulau tersebut, ia
menjumpai sebuah kampung suku Melayu dipimpin Tumenggung Abdu'r Rahman, yang
merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Johor, yang saat itu sedang ada konflik
perebutan kekuasaan antara Sultan Johor Abdul Rahman dengan kakak tirinya, Tengku
Hussein Shah (Tengku Long) yang hidup di pengasingan di Kepulauan Riau. Melihat
peluang bagus, baik sebagai pos dagang strategis untuk kawasan Asia Tenggara,
maupun kesempatan untuk memperoleh dukungan dari penguasa setempat, Raffles
membujuk Tumenggung Abdu'r Rahman untuk menyelundupkan Tengku Hussein ke
Singapura, dan membantunya merebut haknya atas tahta Kesultanan Johor. Setelah
bertemu Tengku Hussein, Raffles pun membuat kesepakatan bahwa Inggris, dalam
hal ini EIC, bersedia membantu Tengku Hussein merebut tahta dan memberikan
tunjangan tahunan dengan imbalan diberikan hak khusus untuk membangun pos
dagang dan pelabuhan di bagian selatan pulau Temasek di sisi timur Sungai
Singapura sekarang. Kesepatan tersebut ditandatangani pada tanggal 6 Februari 1819.
Setelah penadatanganan kesepakatan ini, Raffles pun memproklamirkan nama baru
untuk bandar yang akan ia dirikan, yaitu Singapura.
Raffles kembali ke
Bengkulu segera setelah penandatanganan perjanjian dengan Sultan Johor tersebut
dan menugaskan Mayor William Farquhar untuk memimpin pemukiman baru tersebut
dengan jabatan Residen, dengan beberapa meriam dan 1 resimen infantri tentara
India. Membangun sebuah pelabuhan niaga dari nol adalah sebuah tantangan yang
berat. Farquhar hanya menerima dana yang tidak banyak, sementara ia dilarang
untuk memungut pajak pelabuhan untuk meningkatkan pendapatan lantara Raffles
sudah memutuskan bahwa Singapura akan menjadi pelabuhan bebas.
Farquhar mengundang
pendatang-pendatang untuk datang ke Singapura, dan ia menempatkan seorang
petugas di Pulau Saint John (atau P. Sekijang Bendera), 6,5 mil selatan kampung
Temasek, untuk mengundang kapal-kapal yang melintas untuk singgah di Singapura.
Berita tentang pelabuhan bebas yang baru dengan cepat menyebar ke seluruh
kepulauan seantero Asia Tenggara, pedagang-pedagang Bugis, China, dan Arab
berdatangan ke pulau tersebut, berupaya menghindari pembatasan dagang Belanda.
Dalam tahun pertama bandar ini beroperasi, perdagangan yang melalui Singapura
terlah mencapai nilai $400,000 (dollar Spanyol). Pada tahun 1821, populasi
penduduknya telah meningkat hingga mencapai sekitar 5.000 orang, dan volume
perdagangan terlah mencapai nilai $8 juta. Populasi menembus angka 10.000 orang
pada tahun 1825, dan volume perdagangan senilai $22 juta, Singapura melampaui
pelabuhan Penang yang lebih dulu berdiri.
Raffles baru kembali ke
Singapura pada tahun 1822 dan ia mengkritik kebijakan-kebijakan yang dibuat
Farquhar, terlepas dari kesuksesan Farquhar memimpin bandar baru itu di
masa-masa awal yang sulit. Contohnya, dalam rangka menghasilkan pendapatan yang
sangat mendesak, Farquhar telah melakukan penjualan lisensi perjudian dan
perdagangan opium, yang dipandang Raffles sebagai penyakit sosial yang
berbahaya. Kedua komoditi itu pula yang membuat munculnya kriminalisme,
termasuk datangnya bajak-bajak laut dari China dan Filipina, selain Inggris dan
negara-negara Eropa Barat lainnya. Selain itu di Singapura tumbuh pasar budak.
Terkejut dengan kacaunya situasi di koloni tersebut, Raffles menyusun draft kebijakan
baru untuk pemukiman. Ia juga mengorganisir Singapura dalam pembagian
berdasarkan fungsi dan kelompok etnis di bawah Raffles Plan of Singapore. Hari,
jejak-jeak pembagian tersebut masih bisa dijumpai di kota tua Singapura.
Awalnya Farquhar tidak
menerima kebijakan baru Raffles tersebut. Raffles memecat dan meminta Farquhar
pergi dari Singapura. Farquhar menolak pemecatan itu dan belakangan menuntut
Raffles atas tindakannya yang tiran. Dan konflik ini berlanjut hingga kepergian
Raffles pada Oktober 1823 dan tidak pernah kembali lagi hingga wafat di usia 44
tahun pada tahun 1826. Sedangkan Farquhar baru pergi meninggalkan kota yang dia
bangun sepenuhnya dari nol tersebut pada 28 Desember 1823, menetap di Inggris
hingga pensiun dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal dan wafat di Perth,
Skotlandia pada tahun 1839.
Jabatan Residen Inggris
di Singapura diisi oleh John Crawfurd, seorang administrator yang efisien dan
hemat, dengan jabatan baru Gubernur. Pada 7 Juni 1823, John Crawfurd
menandatangani perjanjian kedua dengan Sultan dan Temenggong, yang memperluas
kekuasaan Inggris ke hampir seluruh pulau. Sultan dan Tumenggong menukar
hak-hak administratif mereka di pulau tersebut, termasuk pemungutan pajak
pelabuhan dengan tunjangan bulanan seumur hidup, masing-masing sebesar $1500
dan $800. Perjanjian ini menyebabkan pulau tersebut masuk jurisdiksi Hukum
Inggris, dengan ketentuan yang akan tetap memperhitungkan budaya, tradisi dan
agama orang Melayu. Pada tahun 1824, Singapura diserahkan selama-lamanya kepada
EIC oleh Sultan.
Periode Perang Dunia II dan pascaperang
Selama Perang
Dunia II, Angkatan Darat Kekaisaran Jepang menjajah Malaya, berakhir pada
Pertempuran Singapura. Pihak Britania dikalahkan dalam enam hari dan
menyerahkan benteng yang seharusnya tidak terkalahkan kepada Jenderal Tomoyuki
Yamashita pada 15 Februari 1942. Penyerahan ini disebut oleh Perdana Menteri
Britania Raya, Winston Churchill sebagai "bencana terburuk dan penyerahan
terbesar dalam sejarah Britania Raya". Pembantaian Sook Ching terhadap
etnis Tionghoa setelah Singapura ditaklukkan memakan korban antara 5.000 dan
25.000 jiwa. Jepang mengganti nama Singapura menjadi Shōnantō (昭南島?), dari kata-kata Jepang "Shōwa no
jidai ni eta minami no shima" ("昭和の時代に得た南の島"?), atau "pulau selatan yang diperoleh pada periode Shōwa",
dan mendudukinya sampai Britania menguasai kembali pulau ini pada 12 September
1945, satu bulan setelah penyerahan Jepang.
Setelah perang,
pemerintah Britania Raya mengizinkan Singapura mengadakan pemilihan umum
pertamanya tahun 1955 yang dimenangkan oleh kandidat pro-kemerdekaan, David
Saul Marshall, ketua partai Front Buruh yang kemudian menjadi Menteri Utama.
Demi menuntut
pemerintahan sendiri secara penuh, Marshall memimpin delegasi ke London, tetapi
ditolak oleh Britania. Ia mengundurkan diri setelah kembali ke Singapura dan
digantikan oleh Lim Yew Hock, yang kebijakannya kemudian meyakinkan pihak
Britania. Singapura diberi hak pemerintahan internal sendiri secara penuh
dengan perdana menteri dan kabinetnya mengawasi segala urusan pemerintah
kecuali pertahanan dan urusan luar negeri.
Pemilihan diadakan pada
30 Mei 1959 dengan Partai Aksi Rakyat memenangkan pemilu. Singapura langsung
menjadi negara dengan pemerintahan sendiri di dalam Persemakmuran pada 3 Juni
1959, dan Lee Kuan Yew disumpah sebagai perdana menteri pertama Singapura.
Kemudian Gubernur Singapura, Sir William Almond Codrington Goode, menjabat
sebagai Yang di-Pertuan Negara pertama hingga 3 Desember 1959. Ia digantikan
oleh Yusof bin Ishak, kemudian Presiden Singapura pertama.
Singapura mengumumkan
kemerdekaannya dari Britania secara unilateral pada Agustus 1963, sebelum
bergabung dengan Federasi Malaysia pada September bersama dengan Malaya, Sabah
dan Sarawak sebagai hasil dari Referendum Penggabungan Singapura 1962.
Singapura dikeluarkan dari Federasi dua tahun setelah konflik ideologi yang
memanas antara pemerintah PAP Singapura dan pemerintah federal di Kuala Lumpur.
Kemerdekaan (sejak 1965)
Singapura secara resmi memperoleh kedaulatan pada 9 Agustus 1965.[31] Yusof bin
Ishak disumpah sebagai presiden, dan Lee Kuan Yew menjadi perdana menteri
pertama Republik Singapura.
Tahun 1990, Goh Chok
Tong menggantikan Lee sebagai perdana menteri. Selama masa pemerintahannya,
negara ini menghadapi Krisis Keuangan Asia 1997, wabah SARS, dan ancaman
teroris oleh Jemaah Islamiyah. Tahun 2004, Lee Hsien Loong, putra sulung Lee
Kuan Yew, menjadi perdana menteri Singapura. Di antara keputusannya yang
terkenal adalah rencana membuka kasino untuk mendorong pariwisata.
PEMERINTAHAN DAN POLITIK
Singapura adalah sebuah
republik parlementer dengan sistem pemerintahan parlementer unikameral
Westminster yang mewakili berbagai konstituensi. Konstitusi Singapura
menetapkan demokrasi perwakilan sebagai sistem politik negara ini. Partai Aksi
Rakyat (PAP) mendominasi proses politik dan telah memenangkan kekuasaan atas
Parlemen di setiap pemilihan sejak menjadi pemerintahan sendiri tahun 1959.
Freedom House menyebut Singapura sebagai "sebagian bebas" dalam
"laporan Freedom in the World" dan The Economist menempatkan
Singapura pada tingkat "rezim hibrida", ketiga dari empat peringkat
dalam "Indeks Demokrasi".
Tampuk kekuasaan
eksekutif dipegang oleh kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri. Presiden
Singapura, secara historis merupakan jabatan seremonial, diberikan hak veto
tahun 1991 untuk beberapa keputusan kunci seperti pemakaian cadangan nasional
dan penunjukan jabatan yudisial. Meski jabatan ini dipilih melalui pemilu
rakyat, hanya pemilu 1993 yang pernah diselenggarakan sampai saat ini. Cabang
legislatif pemerintah dipegang oleh parlemen.
Pemilihan parlemen di
Singapura memiliki dasar pluralitas untuk konstituensi perwakilan kelompok
sejak Undang-Undang Pemilihan Parlemen diubah tahun 1991. Anggota parlemen (MP)
terdiri dari anggota terpilih, non-konstituensi dan dicalonkan. Mayoritas MP
terpilih melalui pemilihan umum dengan sistem pertama-melewati-pos dan mewakili
Anggota Tunggal atau Konsituensi Perwakilan Kelompok (GRC). Singapura beberapa
kali masuk sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi terendah di dunia
oleh Transparency International.
Meski hukum di Singapura
diwariskan dari hukum Inggris dan India Britania, dan meliputi banyak elemen
hukum umum Inggris, dalam beberapa kasus hukum ini keluar dari warisan tersebut
sejak kemerdekaan. Contohnya adalah pengadilan oleh juri dihapuskan. Singapura
memiliki hukum dan penalti yang meliputi hukuman korporal yudisial dalam bentuk
pencambukan untuk pelanggaran seperti pemerkosaan, kekerasan, kerusuhan,
penggunaan obat-obatan terlarang, vandalisme properti, dan sejumlah pelanggaran
imigrasi.
Singapura juga memiliki
hukuman mati wajib untuk pembunuhan tingkat pertama, penyelundupan obat-obatan
terlarang, dan pelanggaran senjata api. Amnesty International mengatakan bahwa
"serangkaian klausa dalam Undang-Undang Penyalahgunaan Obat-Obatan
Terlarang dan Undang-Undang Pelanggaran Senjata Api berisi dugaan bersalah yang
bertentangan dengan hak dianggap tidak bersalah hingga terbukti bersalah dan
mengikis hak pengadilan yang adil", dan memperkirakan bahwa Singapura
memiliki "kemungkinan tingkat eksekusi tertinggi di dunia bila
dibandingkan dengan jumlah penduduknya". Pemerintah menyatakan bahwa
Singapura memiliki hak berdaulat untuk menentukan sistem yudisialnya dan
memaksakan sesuatu yang dianggap sebagai hukuman yang pantas.
Pemerintah memiliki
sengketa dalam beberapa poin laporan Amnesty. Mereka berkata bahwa dalam lima
tahun sampai 2004, 101 warga Singapura dan 37 warga asing telah dieksekusi,
semuanya kecuali 28 orang disebabkan oleh pelanggaran obat-obatan terlarang.
Amnesty menyebutkan 408 eksekusi antara 1991 dan 2003 dari pemerintah dan
sumber lain dari jumlah penduduk sebanyak empat juta jiwa.
Sebuah survei oleh
Political and Economic Risk Consultancy (PERC) mengenai eksekutif bisnis
ekspatriat bulan September 2008 menemukan bahwa orang-orang yang disurvei
menganggap Hong Kong dan Singapura memiliki sistem yudisial terbaik di Asia,
dengan Indonesia dan Vietnam yang terburuk: sistem yudisial Hong Kong diberi
skor 1.45 dalam skala (0 untuk terbaik dan 10 untuk terburuk); Singapura dengan
skor 1.92, diikuti Jepang (3.50), Korea Selatan (4.62), Taiwan (4.93), Filipina
(6.10), Malaysia (6.47), India (6.50), Thailand (7.00), China (7.25), Vietnam
(8.10) dan Indonesia (8.26).
PERC memberi komentar
bahwa karena survei ini melibatkan eksekutif bisnis ekspatriat daripada aktivis
politik, kriteria seperti kontrak dan perlindungan IPR lebih ditekankan:
"persepsi umum ekspatriat adalah bahwa politik setempat tidak memenuhi
cara hukum perdagangan dan kriminal dilaksanakan". PERC mencatat bahwa
nilai teratas Singapura dalam survei tersebut tidak termasuk aktivis politik yang
mengkritik Partai Aksi Rakyat (PAP) karena menggunakan pengadilan untuk
membungkam kritikus.
Pada November 2010,
sebuah pengadilan Singapura memberi hukuman penjara enam minggu kepada penulis
Britania, Alan Sheldrake atas penghinaan terhadap pengadilan dalam bukunya,
"Once A Jolly Hangman: Singapore Justice In The Dock", berdasarkan
wawancara dengan bekas eksekutor pengadilan dan kritik terhadap hukuman mati di
negara ini.
GEOGRAFI
Singapura terdiri dari
63 pulau, termasuk daratan Singapura. Pulau utama sering disebut Pulau
Singapura tetapi secara resmi disebut Pulau Ujong (Melayu: berarti pulau di
ujung daratan (semenanjung)). Terdapat dua jembatan buatan menuju Johor,
Malaysia: Johor–Singapore Causeway di utara, dan Tuas Second Link di barat.
Pulau Jurong, Pulau Tekong, Pulau Ubin dan Pulau Sentosa adalah yang terbesar
dari beberapa pulau kecil di Singapura. Titik alami tertinggi adalah Bukit
Timah Hill dengan tinggi 166 m (545 ft).
Singapura memiliki
banyak proyek reklamasi tanah dengan tanah diperoleh dari bukit, dasar laut,
dan negara tetangga. Hasilnya, daratan Singapura meluas dari 5,815 km2 (2,245.2
sq mi) pada 1960-an menjadi 704 km2 (271.8 sq mi) pada hari ini, dan akan meluas
lagi hingga 100 km2 (38.6 sq mi) pada 2030. Proyek ini kadang mengharuskan
beberapa pulau kecil digabungkan melalui reklamasi tanah untuk membentuk
pulau-pulau besar dan berguna, contohnya Pulau Jurong.
MALAYSIA (Kuala Lumpur)
Malaysia adalah sebuah
negara federasi yang terdiri dari tiga belas negara bagian dan tiga wilayah
persekutuan di Asia Tenggara dengan luas 329.847 km persegi. Ibukotanya adalah
Kuala Lumpur, sedangkan Putrajaya menjadi pusat pemerintahan persekutuan.
Jumlah penduduk negara ini melebihi 27 juta jiwa Negara ini dipisahkan ke dalam
dua kawasan — Malaysia Barat dan Malaysia Timur — oleh Kepulauan Natuna,
wilayah Indonesia di Laut Tiongkok Selatan. Malaysia berbatasan dengan
Thailand, Indonesia, Singapura, Brunei, dan Filipina. Negara ini terletak di
dekat khatulistiwa dan beriklim tropika. Kepala negara Malaysia adalah Yang
di-Pertuan Agong dan pemerintahannya dikepalai oleh seorang Perdana Menteri.
Model pemerintahan Malaysia mirip dengan sistem parlementer Westminster.
Malaysia sebagai negara
persekutuan tidak pernah ada sampai tahun 1963. Sebelumnya, sekumpulan koloni
didirikan oleh Britania Raya pada akhir abad ke-18, dan bagian barat Malaysia
modern terdiri dari beberapa kerajaan yang terpisah-pisah. Kumpulan wilayah
jajahan itu dikenal sebagai Malaya Britania hingga pembubarannya pada 1946,
ketika kumpulan itu disusun kembali sebagai Uni Malaya. Karena semakin
meluasnya tentangan, kumpulan itu lagi-lagi disusun kembali sebagai Federasi
Malaya pada tahun 1948 dan kemudian meraih kemerdekaan pada 31 Agustus 1957.
Pada 16 September 1963
sesuai dengan Resolusi Majelis Umum PBB 1514 dalam proses dekolonialisasi,
Singapura, Sarawak, Borneo Utara atau yang sekarang lebih dikenal sebagai Sabah
berubah menjadi negara bagian dari federasi bentukan baru yang bernama Malaysia
termasuk dengan Federasi Malaya dan pada 9 Agustus 1965 Singapura kemudian
dikeluarkan dari Malaysia dan menjadi negara merdeka yang bernama Republik
Singapura saat tahun-tahun awal pembentukan federasi baru terdapat pula
tentangan dari Filipina dan konflik militer dengan Indonesia.
Bangsa-bangsa di Asia
Tenggara mengalami ledakan ekonomi dan menjalani perkembangan yang cepat di
penghujung abad ke-20. Pertumbuhan yang cepat pada dasawarsa 1980-an dan
1990-an, rata-rata 8% dari tahun 1991 hingga 1997, telah mengubah Malaysia
menjadi negara industri baru. Karena Malaysia adalah salah satu dari tiga
negara yang menguasai Selat Malaka, perdagangan internasional berperan penting
di dalam ekonominya. Pada suatu ketika, Malaysia pernah menjadi penghasil
timah, karet dan minyak kelapa sawit di dunia. Industri manufaktur memiliki
pengaruh besar bagi ekonomi negara ini. Malaysia juga dipandang sebagai salah
satu dari 18 negara berkeanekaragaman hayati terbesar di dunia.
Suku Melayu menjadi
bagian terbesar dari populasi Malaysia. Terdapat pula komunitas
Tionghoa-Malaysia dan India-Malaysia yang cukup besar. Bahasa Melayu dan Islam
masing-masing menjadi bahasa dan agama resmi negara. Malaysia adalah anggota
perintis ASEAN dan turut serta di berbagai organisasi internasional, seperti
PBB. Sebagai bekas jajahan Inggris, Malaysia juga menjadi anggota Negara-Negara
Persemakmuran. Malaysia juga menjadi anggota D-8 (Developing-8), yakni sebuah
kesepakatan untuk kerja sama pembangunan delapan negara anggotanya: Bangladesh,
Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki.
Nama
"Malaysia" diadopsi pada 1963 ketika Federasi Malaya bertambah
Singapura, Sabah, dan Sarawak membentuk federasi bernama Malaysia.Tetapi nama
itu sendiri pernah membingungkan ketika dipakai untuk merujuk wilayah-wilayah
di Asia Tenggara. Sebuah peta yang diterbitkan pada 1914 di Chicago menampilkan
nama Malaysia pada wilayah tertentu di Nusantara. Politikus di Filipina pernah
menghendaki penamaan negara mereka sebagai "Malaysia", tetapi
Malaysia-lah yang pertama mengadopsi nama itu pada 1963 sebelum Filipina
bertindak lebih jauh tentang masalah itu. Nama lain pernah dianjurkan untuk
federasi 1963. Di antaranya adalah Langkasuka (Langkasuka adalah sebuah
kerajaan kuno yang berada di bagian hulu Semenanjung Malaya pada milenium
pertama masehi).
Bahkan mundur lebih jauh
lagi, seorang etnolog Inggris, George Samuel Windsor Earl, di dalam jilid IV
Jurnal Kepulauan India dan Asia Timur pada 1850 mengusulkan untuk menamai
kepulauan Indonesia sebagai Melayunesia atau Indunesia, kendati dia lebih
menyukai yang terakhir.
KUALA LUMPUR
Kuala Lumpur (sering
disingkat KL), atau nama lengkapnya Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, adalah
ibu kota dan kota terbesar di Malaysia. Kawasan Wilayah Persekutuan meliputi
wilayah seluas 244 km2 (94 sq mi), dengan penduduk sekitar 1,6 juta jiwa
(2010). Wilayah metropolitan Kuala Lumpur atau yang juga dikenal sebagai Lembah
Klang, memiliki jumlah penduduk sebesar 5,7 juta jiwa. Kuala Lumpur merupakan
wilayah metropolitan dengan pertumbuhan paling pesat di Malaysia, baik dalam
jumlah penduduk maupun ekonomi
Di Kuala Lumpur berdiri
Parlemen Malaysia. Kota ini juga pernah menjadi lokasi kantor pemerintahan
eksekutif dan kehakiman, yang telah pindah ke Putrajaya sejak tahun 1999. Namun
beberapa kantor cabang kehakiman masih berdiri di kota ini. Kediaman resmi Yang
di-Pertuan Agong, yaitu Istana Negara, berada di Kuala Lumpur. Kota ini juga
merupakan pusat kebudayaan dan ekonomi Malaysia kerana kedudukannya sebagai ibu
kota dan kota utama. Globalization and World Cities Study Group and Network
(GaWC) menilai Kuala Lumpur sebagai sebuah kota global alfa.
Wilayah Persekutuan
Kuala Lumpur adalah salah satu dari tiga buah Wilayah Persekutuan Malaysia, dan
juga sebuah enklaf dalam negeri Selangor, di pantai barat tengah Semenanjung
Malaysia.
Sejak tahun 1990-an,
kota ini telah menjadi tuan rumah dari berbagai acara olahraga, politik, dan
kebudayaan internasional, seperti Commonwealth Games 1998 dan Formula Satu. Selain
itu, di Kuala Lumpur berdiri menara kembar tertinggi di dunia, yaitu Menara
Kembar Petronas. Kuala Lumpur dihubungkan dengan dunia luar oleh dua bandar
udara, yaitu Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur di Sepang dan Bandar Udara
Sultan Abdul Aziz Shah di Subang.
BATU CAVES
Batu Caves (Tamil: பத்து மலை), adalah bukit kapur,
yang memiliki serangkaian gua dan kuil gua, terletak di distrik Gombak, 13
kilometre (8 mil) utara dari Kuala Lumpur, Malaysia. Ini mengambil nama dari
Batu Sungai Batu Sungai atau, yang mengalir melewati bukit. Batu Caves juga merupakan
nama desa terdekat. Gua ini adalah salah satu kuil Hindu di luar India yang
paling populer, yang didedikasikan untuk Dewa Murugan. Ini adalah titik fokus
Hindu festival Thaipusam di Malaysia.
Sejarah
Batu kapur membentuk
Batu Caves dikatakan sekitar 400 juta tahun. Beberapa pintu masuk gua digunakan
sebagai tempat penampungan oleh masyarakat adat Temuan (sebuah suku Orang
Asli). Pada awal 1860, pemukim Cina mulai menggali untuk pupuk guano patch sayuran
mereka. Namun, mereka menjadi terkenal hanya setelah bukit-bukit kapur yang
dicatat oleh pemerintah kolonial termasuk Daly dan Syers serta naturalis
Amerika, William Hornaday pada tahun 1878.
Batu Caves dipromosikan
sebagai tempat ibadah yang didirikan oleh K. Thamboosamy Pillai, seorang
pedagang India. Ia terinspirasi oleh vel berbentuk pintu masuk gua utama dan
terinspirasi untuk mendedikasikan sebuah kuil untuk Dewa Murugan dalam gua.
Pada tahun 1890, Pillai, yang juga mendirikan Kuil Sri Mahamariamman, membangun
arca (patung yang dikuduskan) Sri Subramania Swamy dalam apa yang sekarang
dikenal sebagai Kuil Gua. Sejak 1892, festival Thaipusam di bulan Tamil Thai
(yang jatuh pada akhir Januari/awal Februari) telah dirayakan di sana.
Tangga kayu sampai ke
Gua Kuil dibangun pada tahun 1920 dan telah digantikan oleh 272 langkah
konkret. Dari berbagai kuil gua yang terdiri dari situs, terbesar dan paling
terkenal adalah Kuil atau Gua Katedral, dinamakan demikian karena beberapa
rumah kuil Hindu di bawah langit-langit berkubah 100 m.
Berdiri hampir 100 m di
atas tanah, Gua Batu kompleks candi terdiri dari tiga gua utama dan beberapa
yang lebih kecil. Yang terbesar, disebut sebagai Gua Cathedral atau Gua Kuil,
memiliki tinggi 100 m dan langit-langit berukir fitur kuil Hindu. Untuk
mencapainya, pengunjung harus mendaki curam dari 272 langkah.
Di dasar bukit dua kuil
gua lagi, Gua Galeri Seni dan Museum Gua, baik yang penuh dengan patung-patung
Hindu dan lukisan. Kompleks ini direnovasi dan dibuka sebagai Villa Gua pada
tahun 2008. Banyak kuil berhubungan kisah kemenangan Dewa Murugan atas iblis
Soorapadam. Sebuah tur audio tersedia untuk pengunjung.
Gua Ramayana terletak di
sebelah kiri ekstrim sebagai salah satu menghadap dinding bukit belaka. Dalam
perjalanan ke Gua Ramayana, ada 50-foot (15 m) patung tinggi dari Hanoman dan
sebuah kuil yang didedikasikan untuk Hanuman, fakir monyet mulia dan ajudan
Dewa Rama. Upacara pentahbisan kuil itu diadakan pada bulan November 2001.
Gua Ramayana
menggambarkan cerita Rama secara kronik sepanjang dinding gua tidak teratur.
Sebuah patung tinggi 42,7 meter (140 ft) dari Dewa Muruga diresmikan pada
Januari 2006, setelah mengambil 3 tahun untuk membangun. Ini adalah patung Dewa
Muruga tertinggi di dunia.
Ada gua-gua berkembang
berbagai yang berisi beragam fauna gua, termasuk beberapa spesies yang unik,
seperti laba-laba Liphistiidae dan Eonycteris dan kelelawar Rousettus. Situs
ini juga dikenal dengan berbagai kera monyet, yang pengunjung pakan -
kadang-kadang tanpa sadar. Monyet ini juga dapat menimbulkan bahaya menggigit
untuk wisatawan (terutama anak kecil) karena mereka bisa sangat teritoris.
Di bawah Gua Kuil adalah
Gua Gelap, dengan formasi batuan dan sejumlah hewan ditemukan di tempat lain.
Ini adalah jaringan dua kilometer dari gua-gua yang relatif tak tersentuh.
Stalaktit menonjol dari langit-langit gua dan stalagmit naik dari lantai
formasi bentuk rumit seperti tirai gua, aliran batu, mutiara dan kerang gua
yang memakan waktu ribuan tahun untuk membentuk. Dalam rangka mempertahankan
ekologi gua, akses dibatasi. Para Malaysia Nature Society mengorganisir
perjalanan pendidikan dan petualangan reguler ke Gua Gelap.
DAFTAR PUSTAKA